Nipple Drinker System

Air merupakan salah satu kebutuhan ayam yang wajib terpenuhi dengan baik. Ada 2 poin yang mempengaruhi kualitas air, terdiri dari sumber air minum yang digunakan (air PAM, sumur, air permukaan, dsb) serta sistem pemberiannya (termasuk alat yang digunakan). Namun kali ini kita akan membahas tentang manajemen air minum ayam berkaitan dengan pemilihan tempat minumnya yang tepat.

Sesuaikan dengan Umur Ayam dan Perhatikan Cara Instalasinya

Secara umum berbagai tempat minum yang banyak dijual di pasaran (poultry shop/PS, red) saat ini sudah didesain khusus sesuai umur ayam. Misalnya saja untuk anak ayam (DOC), tempat minum yang biasa dipakai adalah tempat minum ukuran kecil seperti tempat minum dengan kapasitas tampung 600 ml – 2 liter air. Hal ini karena bibir piringan tempat minum tersebut tidak lebar sehingga DOC tidak akan masuk dan mandi di dalamnya.

Setelah anak ayam mulai tumbuh, kurang lebih setelah berumur 2 minggu, penggunaan tempat minum ukuran kecil tersebut menjadi tidak efektif lagi, karena airnya harus sering diisi ulang. Untuk itu, penggunaan tempat minum dengan ukuran lebih besar seperti tempat minum 1 galon, 2 galon atau tempat minum semi otomatis (contohnya TMAO/Tempat Minum Ayam Otomatis) cocok untuk ayam usia ini. Namun jika peternak ingin memakai tempat minum 1 galon, 2 galon atau TMAO sejak DOC, untuk menghindari anak ayam masuk dan terendam dalam air, bisa diletakkan batu koral atau kelereng dalam piringannya. Pilihan lainnya, jika peternak tidak ingin repot mengganti jenis tempat minum sesuai umur ayam, maka peternak bisa menggunakan nipple drinker(tempat minum otomatis, red) sejak DOC.

Dalam aplikasi di kandang, jumlah tempat minum galon, TMAO, ataupun nipple drinker harus disesuaikan dengan jumlah populasi ayam yang dipelihara. Selain itu, distribusi tempat minum sebaiknya merata sehingga minimal 2/3 dari ayam dapat minum dalam waktu bersamaan. Sebagai contoh, pada artikel utama edisi Oktober 2014 kali ini sudah tercantum tabel jumlah kebutuhan peralatan minum untuk 1000 ekor pemeliharaan ayam pedaging dan petelur.

 Selanjutnya ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam penggunaan tempat minum ayam, apapun jenis yang digunakan, yaitu:

  • Ketinggian tempat minum

    Untuk ketinggian tempat minum manual dan semi otomatis seperti TMAO, sebaiknya atur agar bagian tepi piringan tempat minum sama dengan tinggi punggung anak ayam ketika berdiri normal. Ketingian tersebut juga harus selalu dicek setiap hari dan disesuaikan dengan pertumbuhan ayam untuk meminimalkan kontaminasi. Untuk menyesuaikan, maka tempat minum harus digantung. Sedangkan untuk tempat minum nipple, ketinggiannya disesuaikan dengan tinggi ayam, di mana ayam harus mendongakkan kepalanya membentuk sudut 35-45o terhadapnipple (lihat Gambar 1) dan kaki harus datar ke lantai. Tubuh ayam justru tidak boleh membungkuk untuk mencapai ujung nipple.

  • Level air minum

    Mengenai level/jumlah air yang seharusnya ada di tempat minum, usahakan ketinggian air pada saat DOC hingga berumur 7 hari, berjarak 0,5 cm dari ujung atas bibir piringan tempat minum. Kemudian secara bertahap jaraknya semakin meningkat hingga kedalaman air dari dasar tempat minum hanya 1,25 cm (sekitar sedalam kuku ibu jari) setelah umur 7 hari. Sedangkan pada tempat minum nipple, level air minum bergantung pada tekanan air yang direkomendasikan masing- masing produsen nipple. Secara teknis, penentuan level air pada tempat minum nipple ini bergantung pula pada cara instalasinya (misal: jarak torn air dengan pipa, dsb). Terlampir contoh instalasi nipple drinker produksi Medion (ND-360) pada Gambar 2 untuk menghasilkan tekanan air medium (medium pressure).

 Terakhir rutinlah melakukan pembersihan terhadap tempat minum. Misalnya saja dengan mencuci tempat minum manual setiap hari, kemudian merendamnya dalam larutan desinfektan (Medisep) setiap 3-4 hari sekali. Sedangkan untuk mencuci TMAO dan nipple, lakukan flushing menggunakan tekanan 1,5-3,0 bar atau dengan nyemprotkan air dari pompa air langsung ke paralon. Waktu pelaksanaan flushing adalah 1 menit setiap 30,3 m pipa atau paralon air. Dengan semua pembersihan itu, tempat minum apapun akan awet dan tahan lama jika dirawat dengan benar.

Sumber : info

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Postingan Terbaru

Alamat Perusahaan

PT. Tria Dinamika Corporindo
Kawasan pergudangan Bizhub serpong Blok GG No. 17 Gunung sindur Bogor 16340 Jawa Barat - Indonesia

Langsung Chat